PENGAMATAN PERBANDINGAN KEHIDUPAN
DUNIA LUAR DAN HIDUP MEMBIARA
Nama-nama anggota:
1. Sebastianus Richardo Eldi.
2. Willybrordus Tualaka
3. Theobaldus D Jumal
A. Tujuan kegiatan
Dalam pengamatan kami yang dilaksanakan pada tanggal 24 november 2020, kami mengamati situasi yang ada di luar dengan mewanwancarai.
Nama: Ibu Maria Rita Dano
Usia: 29 tahun
Pekerjaan: penjual gorengan
Lama berjualan: 6 tahun hingga sekarang
Status: berkeluarga
v Dalam hidup terdapat begitu banyak pilihan hidup, dalam laporan ini kelompok kami mengkaji 2 pilihan hidup yang berbeda di antaranya pilihan hidup membiara dan hidup berkeluarga.
Pilihan hidup membiara berarti kita menetukan hidup dengan menyerahkan diri sepenuhnya pada janji-janji (kaul) yang dihayati. Dalam hidup membiara kita mengenal 3 kaul yang menjadi pedoman hidup kaum religious diantaranya kaul kemiskinan, kaul ketaatan, dan kaul kemurnian. Hidup membiara secara umum bisa dikatakan pilihan hidup untuk tidak menikah.
Sedangkan hidup berkeluarga artinya kehidupan dimana seseorang dapat menentukan pasangan hidupnya untuk hidup bersama (suami dan istri).
1.1 Pandangan kami selama ini kehidupan diluar sana serba mewah, bebas, dibandingkan dengan hidup membiara yang terkesan cukup sulit, susah, penuh dengan tantangan dan halangan.
Tetapi itu semua hanyalah pikiran kami. Tetapi ketika ditanya langsung dengan masyarakat di luar terlebih khusus kami melihat dan mewawancarai Ibu Rita Dano yang bekerja sebagai penjual gorengan ternyatra kehidupan diluar sana tidak seperti yang kami pikirkan. Justru kehidupan diluar itu sangatlah keras dan susah dimana Ibu Rita Dano harus berjualan dipinggir jalan dari jam 6.00 - 12.00 siang, guna untuk mencukupi kehidupan keluarganya. Ibu Rita Dano tidak memiliki tanah di pinggir jalan raya, sekarang ini Ia berjualan didepan rumah dari tetangganya.
Yang paling menyedihkan adalah kebutuhan keluarga seperti biaya sekolah umtuk anaknya, makan dan minum hanya dengan berjualan. Satu hari Ibu Rita Dano menjual kira-kira 200-300 gorengan, sungguh rejeki bila semuanya laku. Tetapi jika tidak laku semuanya terpaksa hasilnya sia-sia diliputi rasa menyesal kata Ibu Rita Dano.
Komentar
Posting Komentar