MANUSIA MEMBUTUHKAN ORANG LAIN
Manusia membutuhkan orang lain. Salah satu hakikat manusia adalah
sebagai makhluk sosial atau makhluk masyarakat. Menjalin persahabatan dan
memeliharanya agar tetap langgeng merupakan tantangan. Tuhan Yesus membimbing ahli Taurat tersebut sampai kemudian ia menja-
wab pertanyaannya sendiri: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya”.
Jawaban yang diberikan ahli Taurat kepada Tuhan Yesus ini sangat penting.
Sebab itu
diharapkan agar jawaban Tuhan Yesus tersebut juga akan menuntun orang Kristen
dalam praktik hidup yang bersahabat dalam masyarakat yang pluralis di bangsa ini.
Pertanyaan Ahli Taurat kepada Tuhan Yesus di atas membawa kepada pertanyaan:
"siapakah sesamaku manusia" di bumi Indonesia sekarang ini? Dengan tujuan untuk
memberikan sebuah eksposisi terhadap pemahaman (konsep) “siapakah sesamaku
manusia" sehingga menjadi kontribusi membangun hubungan persahabatan yang
konstruktif dan membebaskan semua orang, bertindak tanpa diskriminatif dalam
berinteraksi dengan orang lain dalam pelbagai perbedaan. Dengan cara inilah, hidup
yang tenteram dan damai dapat dirasakan karena semua orang diperlakukan sebagai
seorang sahabat dan sesama ciptaan Tuhan tanpa memandang etnis, ras, agama, budaya,
dan perbedaan sosial lainnya.
Suasana tersebut di atas kini sangat dirindukan manusia, terutama mereka yang
hidup di daerah konflik, di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kisah tentang orang
Samaria yang murah hati di atas dapat digunakan sebagai sumber inspirasi untuk
memahami, mencegah, dan rnengatasi konflik. Persahabatan itu patut dipelihara dan
diperjuangkan untuk mencapai kehidupan yang damai dan sejahtera dalam menjalani di
kehidupan ini dan agar nantinya dapat bersatu dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara.
makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya. Selama hidupnya tidak
terlepas dari pengaruh masyarakat, di rumah, di sekolah, dan di lingkungan yang lebih
besar manusia tidak lepas dari pengaruh orang lain.
Namun, keduanya (sebagai
makhluk individu dan sosial) tidak dapat dipisahkan karena manusia merupakan bagian
dari masyarakat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sejak lahir, manusia sudah
disebut sebagai makhluk sosial. Seba/b itu, tidak mungkin manusia di luar masyarakat.
Itulah mengapa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial.
Persahabatan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Persahabatan
membentuk komunitas yang unik dan menarik di mana hubungan berkembang.
Persahabatan dengan sesama merupakan syarat untuk kehidupan yang baik dalam
masyarakat yang saling membutuhkan.
Persahabatan Adalah Kebutuhan Universal Manusia
Secara kodrati, manusia adalah makhluk monodualistis. Maksudnya, selain sebagai
makhluk individu, manusia merupakan makhluk sosial. Dengan kata lain, menurut
kodratnya manusia harus hidup bermasyarakat. Ini adalah kenyataan yang tidak dapat
dipungkiri.
Komentar
Posting Komentar